Sartren.com, Ekosistem Online Ekonomi Berbasis Pesantren

Potensi bisnis berbasis pesantren sangat besar, pasarnya ada dan solid, tinggal bagaimana menggarap potensi ini sehingga bisa berkembang dan membawa kemaslahatan bagi ekonomi umat.

Potensi tersebut signifikan karena ditopang oleh bonus demografi Indonesia yang besar, yakni populasi umat Islam Indonesia.

Semua stakeholder yang terkait dengan hal itu harus bersinergi untuk kreatif mengembangkan potensi ekonomi berbasis pesantren ini, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi digital dan tren e-commerce.

“Market sudah ada dan jumlahnya sangat besar. Apalagi santri dan pesantren sekarang juga relatif sudah melek teknologi, maka tinggal kemauan yang kita perlukan untuk menggarapnya,” kata Damas Alhasy, Founder & CEO Sartren.com.

Lebih lanjut, Damas Alhasy mengemukakan, di Indonesia ada kurang lebih 31 ribu pondok pesantren (ponpes). Ini merupakan pasar berbasis komunitas yang cukup besar.

Selain kemauan dan kreatifitas, dibutuhkan sebuah wadah untuk menampung atau menjadi channel segala bentuk aktivitas tersebut. Salah satunya adalah melalui online marketplace Sartren.com.

“Untuk itulah, maka kami hadirkan Sartren.com sebagai wadah atau channel yang diharapkan mampu menstimulasi tumbuhnya jiwa bisnis santri dan pesantren. Perlu diingat, Nabi Muhammad SAW itu pedagang, maka santri harus juga didorong untuk menggeluti dunia bisnis,” urai Damas Alhasy.

Sartren.com dikembangkan dengan format online marketplace. Siapa saja, khususnya santri atau pesantren, dapat mendaftar untuk memiliki akun toko online dengan dashboard pribadi, yang kemudian bisa mengelolanya secara mandiri.

“Ide untuk membuat Sartren.com ini muncul seiring dengan kencangnya gaung kampanye program pemberdayaan ekonomi pesantren oleh pemerintah maupun ormas-ormas Islam. Jadi Sartren.com ini untuk mendukung kampanye tersebut,” ungkapnya.

Ia berharap, Sartren.com tidak hanya menjadi channel pemasaran untuk produk-produk santri atau pesantren, tetapi lebih dari itu, bisa menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi yang berbasis santri dan pesantren.

“Saya haqqul yaqin, bila ekosistem ekonomi berbasis santri dan pesantren tumbuh, dampaknya ekonomi masyarakat, terutama yang ada di sekitar lokasi pesantren, juga tumbuh dan berkembang karena akan muncul supply dan demand secara simbiosis mutualisme,” pungkasnya. (IS/ril)

dibaca 168 x, hari ini 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.

Back to top
Bahasa