Peran Pesantren Dalam Pengembangan Ekonomi Syariah

Berdasarkan pada data World Population Review Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak dengan jumlah populasi sebanyak 229 juta orang atau 87,2% dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penduduk Muslim bisa dijadikan salah satu peluang yang besar dalam pembangunan ekonomi terutama pada pembangunan ekonomi Islam.

Akhir-akhir ini ekonomi Islam sedang hangat dibicarakan masyarakat. Mari kita coba untuk mengupas dasar potensi ekonomi Islam dari para pemuda yang sedang melakukan pembelajaran di pesantren. Dari pesantren banyak hal yang bisa dikembangkan terutama dari SDM yang ada di pesantren, namun sayangnya pesantren masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Masih banyak orang yang memandang bahwa pesantren hanya sebagai tempat orang belajar untuk memperdalam ilmu agama saja tanpa mempelajarkan hal yang lain, padahal tidak semuanya seperti itu. Banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren dengan alasan ingin menjadikan anaknya orang yang berkompeten di masa depannya.

Salah satu alasan orang tua memasukkan anaknya ke pesantren selain ingin anaknya menguasai ilmu agama disisi lain pesantren diunggulkan dalam membangun tingkah laku yang sopan, karena salah satu yang diunggulkan dari pesantren yaitu adab.

Sudah banyak pesantren modern yang menciptakan kualitas SDM yang baik dan tidak kalah nilainya dengan beberapa sekolah umum. Apalagi, jika pesantren diberikan perhatian yang lebih besar dari pemerintah yang ke depannya pesantren dapat menciptakan seorang ekonom rabbani yang bermutu, di mana dari pesantren para siswanya sudah dibekali oleh keilmuan agama yang baik, apalagi jika pembelajaran ekonomi dan hukum diberikan lebih eksklusif tentunya akan menciptakan suatu generasi yang lebih baik di kemudian hari yang mampu membuat pertumbuhan ekonomi jauh lebih pesat.

Selaku Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin mengatakan Pesantren telah menjadi markazul ishlah, pusat perubahan dan perbaikan serta pusat inovasi. Pesantren tidak hanya melatih santri untuk memahami dan memperoleh ilmu agama, tetapi juga mempersiapkannya sebagai sistem ekonomi yang berperan penting dalam membangun perekonomian masyarakat.

Dengan kata lain, Pesantren harus mampu berperan sebagai agen ekonomi sebagai sarana pembangunan dan mediator, terutama di pedesaan. Saya berharap peran pondok pesantren bekerja secara optimal.

Ada beberapa peran dari pesantren yang sudah jelas kontribusinya sebagai agen perubahan sosial di bidang ekonomi syariah. Pesantren sebagai salah satu media pembelajaran ekonomi Islam.

Pesantren memiliki potensi pengembangan keilmuan dan sosialisasi ekonomi syariah di masyarakat. Hal ini, karena pesantren diakui oleh masyarakat sebagai lembaga yang dapat menciptakan ulama yang diakui masyarakat.

Seorang ulama berpendidikan dari pesantren bisa menjadi sarjana ekonomi Islam integral sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS) Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang berfungsi dalam melakukan pengawasan dan menjaga aktivitas program LKS tersebut sesuai dengan ajaran Islam.

Di sisi lain, dunia pesantren juga perlu mengoptimalkan pelatihan ekonomi syariah. Hal ini, harus dilakukan agar pendidikan Pesantren dapat mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Dari umat Islam banyak potensi yang bisa kita realisasikan, salah satunya potensi dalam pendidikan Islam atau potensi yang dimiliki oleh pesantren dalam pembangunan ekonomi syariah. Pesantren memiliki potensi dalam membantu pertumbuhan ekonomi Islam, di mana para santri dan santriwati merupakan anak-anak yang nantinya akan menjadi sebuah bibit unggul dalam membangun negara pada beberapa tahun ke depan.

Jika negara kita serius ingin memajukan ekonomi syariah, akan sangat penting melakukan konsentrasi pengembangan di pesantren, karena pesantren merupakan pondasi awal dari bibit ekonom rabbani, di mana seorang yang ahli agama sekaligus yang memahami tentang ekonomi terlahirkan.

Jika pesantren diberikan sebuah fasilitas yang lebih, berupa praktik langsung sebagai pelaku ekonomi di lingkungan pondok pesantren, nantinya akan memberikan pengalaman kepada para santri. Sehingga, ketika nanti terjun ke masyarakat mereka semua sudah mendapatkan pelatihan dan pengalaman yang akan membantu pengembangan dan penyelesaian masalah terkait keadaan ekonomi di lingkungan masyarakat. (*)

Oleh: Zahra Azizah
Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Ekonomi Syariah

dibaca 92 x, hari ini 1 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.

Back to top
Bahasa